TAHAPAN BUDIDAYA LELE SISTEM BIOFLOK
Oleh: Aldino Gibran Lubis, S.Pi
Untuk menghasilkan lele yang berkualitas dan kuantitas yang baik perlu
melakukan tahapan tahapan dengan benar. Berikut akan menjelaskan
tahapan tahapan bedidaya lele sisten bioflok dari mulai awal sampai
panen.
Pembuatan Kolam
Untuk kolam bioflok menggunakan kolam bundar atau yang mendekati bundar.
Alasan penggunaan kolam bundar karena kolam bundar tidak memiliki sudut
ikan akan berenang berputar mengelilingi kolam tanpa menemukan ujung.
selain itu distribusi oksigen dari aerator akan merata.
Kolam dapat di buat menggunakan bahan terpat, fiber ataupun dari bahan
semen. tinggi kolam sekitar 110 cm dengan sedangkan diameternya dapat
disesuaikan dengan kebutuhan (misal D1, D2, D3, atau D4).Kusus untuk
kolam semen yang baru perlu dilakukan tindakan khusus karena pada kolam
baru masih banyak mengandung bahan sisa semen yang dapat meracuni ikan.
Persiapan Air
Setelah kolam jadi isi air dnegan ketinggian 90 sampai 100 cm kemudian
dilakukan penjernihan menggunakan kaporit dengan takaran 20 sampai 30
gram/m3. air diaerosi sterus menerus selama 24 jam nonstop selama 3
hari. Setelah 3 hari efek kaporit akan hilang kemudian masukkan molase
tetes tebu atau gula merah cair. hari berikutnya masukkan probiotik
kedalam kolam. Hari berikutnya masukkan garam grosok kedalam kolam.
Perlu diingan agar hasil maksimal jangan pernah matikan aerator. setelah itu tuggu dan air akan siap digunakan setelah 7 sampai 10 hari. ciri ciri air hasil fermentasi yang baik, air berwarna agak kecoklat coklatan. didalam kolam terdapat flok atau gumpalan gumpalan kecil yang cukup banyak. flok inilah yang nantinya akan menjadi makanan ikan secara alami.
Perlu diingan agar hasil maksimal jangan pernah matikan aerator. setelah itu tuggu dan air akan siap digunakan setelah 7 sampai 10 hari. ciri ciri air hasil fermentasi yang baik, air berwarna agak kecoklat coklatan. didalam kolam terdapat flok atau gumpalan gumpalan kecil yang cukup banyak. flok inilah yang nantinya akan menjadi makanan ikan secara alami.
Pemilihan Bibit
Bibit yang baik diambil dari induk yang berkualitas dan dipelihara
dengan baik. Bibit yang baik harus memiliki ukuran yang sama, lincah dan
tidak ada luka atau cacat pada tubuhnya. Usahakan dari induk yang sama
agar seragam. Kita dapat menebar benih dari ukuran kecil 34 atau yang
sedah besar 78. Penebaran benih perlu dilakukan penyesuaian suha ikan dengan suhu kolam.
Tujuannya agar saat ikan masuk kolam tidak terjadi stres berlebihan.
caranya sengan menempatkan bibit pada wadah plastik atau ember kemudian
masukkan wadah kedalam kolam. Tunggu beberapa saat kurang lebih 5 sampai
10 menit agar suhu air di dalam ember sama dengan suhu kolam. Setelah
itu baru masukkan benih kedalam kolam secara perlahan dengan cara
memiringkan ember hingga semua bibit masuk kedalam kolam.
Menyiapkan Pakan Fermentasi
Agar pertumbuhan lele lebih maksimal perlu di berikan pakan yang
berukualitas. Untuk membuat pakan yang berkualitas baik pakan perlu di
fermentasi. Fermentasi jega bermanfaat menyehatkan pencernaan ikan
sehingga makanan yang dimakan lele akan maksimal diserap sehingga ikan
akam lebih cepat besar dan lebih sehat.
Pembuatan fermentasi dapat dilakukan dengan cara. mencampur probiotik dengan air sebanyak 25% dari berat pakan dengan yang akan difermentasi. campur dengan merata kemudian masukkan pakan kedalam wadah dan tutup dengan rapat. pakan akan siap digunakan setelah 48 jam.
Pembuatan fermentasi dapat dilakukan dengan cara. mencampur probiotik dengan air sebanyak 25% dari berat pakan dengan yang akan difermentasi. campur dengan merata kemudian masukkan pakan kedalam wadah dan tutup dengan rapat. pakan akan siap digunakan setelah 48 jam.
Pemberian Pakan
Pencernaan lele dapat mencerna makanan dengan baik membutuhkan waktu
kurang lebih 8 sampai 9 jam. Jadi lele sebaiknya diberi makan sehari
cukup 2 kali pada pagi hari dan sore hari. Pakan diberikan dengan
takaran 3 sampai 6 persen berat ikan. atau dengan tingkar kekenyangan
80%. setiap 1 kali dalam seminggu lele dipuasakan dan penggunaan pakan
dapat dikurangi 30% setelah flok didalam kolam sudah banyak.
Penyortiran
Pertumbuhan lele biasanya tidak seragam karena beberapa faktor seperti
kalah dalam persaingan perebutan makan atau memang dasar dari ikannya
memiliki pertumbuhan yang lambat. Penyortiran dilakukan setiap 3 minggu
sekali dan 2 atau 3 kategori berdasarkan ukuran ikan.
Manfaat penyortiran untuk menghindari kanibalisme karena biasanya lele yang besar akan memakan lele yang lebih kecil. Selain itu agar lele dapat dirawat dengan intensif sehingga pertumbuhannya bisa normal kembali. Setelah penyortiran masukkan lele pada kolam yang berbeda sesuai dengan ukurannya jadi kita membutuhkan 2 atau 3 kolam.
Manfaat penyortiran untuk menghindari kanibalisme karena biasanya lele yang besar akan memakan lele yang lebih kecil. Selain itu agar lele dapat dirawat dengan intensif sehingga pertumbuhannya bisa normal kembali. Setelah penyortiran masukkan lele pada kolam yang berbeda sesuai dengan ukurannya jadi kita membutuhkan 2 atau 3 kolam.
Panen
Panen merupakan bagin yang ditunggu tunggu para petani. Lele siap panen
setelah Usia 2,5 sampai 3 bulan tergantung pertumbuhan ikan. sedangkan
isi setiap Kilonya sekitar 8 sampai 10 ekor untuk konsumsi. sedangkan 1
sampai 3 ekor untuk pemancingan biasanya membutuhkan pemeliharan yang
lebih lama.

No comments:
Post a Comment