SISTEM REPRODUKSI IKAN
Oleh: Aldino Gibran Lubis, S.Pi
Reproduksi adalah kemampuan individu
untuk menghasilkan keturunan sebagai upaya untuk melestarikan jenisnya
atau kelompoknya. Untuk dapat melakukan reproduksi maka harus ada gamet
jantan dan betina. Penyatuan gamet jantan dan betina akan membentuk
zigot yang selanjutnya berkembang menjadi generasi baru. Meskipun tidak
semua individu mampu menghasilkan keturunan, namun setidaknya reproduksi
berlangsung pada sebagian besar individu yang hidup di permukaan bumi
ini. Tingkahlakureproduksi pada ikan merupakan suatu siklus yang dapat
dikatakan berkala dan teratur. Kebanyakan ikan mempunyai siklus
reproduksi tahunan.
Sekali mereka memulainya maka hal itu akan berulang
terus menerus sampai mati. Beberapa ikan malahan bisa bereproduksi lebih
dari satu kali dalam satu tahun. Cara reproduksi ikan ada antara lain :
1. Ovivar (bertelur)
Golongan ikan ovivar adalah ikan yang mengeluarkan telur pada saat pemijahan, sebagian besar jenis ikan termasuk golongan ini.
2. Vivipar (beranak)
Golongan ikan vivipar adalah ikan
yang perkembangan embrionya berada dalam tubuh induknya dan perkembangan
embrionya dipengaruhi oleh tali plasenta, contohnya beberapa ikan
elasmobranchii.
3. Ovovivipar (bertelur beranak)
Golongan ikan ovovivipar adalah
golongan ikan yang perkembangan embrionya berada dalam tubuh, namun
perkembangan embrionya tidak dipengaruhi oleh tali plasenta, namun oleh
kuning telur, contohnya ikan rockfish (Scorpaenidae).
Fungsi reproduksi pada ikan pada
dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari
komponen kelenjar kelamin atau gonad, dimana pada ikan betina disebut
ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. Perbedaan
seksualitas pada ikan dapat dilihat dari ciri-ciri seksualnya. Ciri
seksual pada ikan terbagi atas ciri seksual primer dan ciri seksual
sekunder. Ciri seksual primer adalah alat/organ yang berhubungan dengan
proses reproduksi secara langsung. Ciri tersebut meliputi testes dan
salurannya pada ikan jantan serta ovarium dan salurannya pada ikan
betina. Ciri seksual primer sering memerlukan pembedahan untuk melihat
perbedaannya. Hal ini membuat ciri seksual sekunder lebih berguna dalam
membedakan jantan dan betina meskipun kadangkala juga tidak memberikan
hasil yang nyata.
Ciri seksual sekunder terdiri atas
dua jenis yaitu yang tidak mempunyai hubungan dengan kegiatan reproduksi
secara keseluruhan, dan merupakan alat tambahan pada pemijahan. Bentuk
tubuh ikan merupakan ciri seksual sekunder yang penting. Biasanya ikan
betina lebih buncit dibandingkan ikan jantan, terutama ketika ikan
tersebut telah matang atau mendekati saat pemijahan (spawning). Hal
tersebut disebabkan karena produk seksual yang dikandungnya relatif
besar. Pada saat puncak pemijahan, tampak pada banyak ikan jantan suatu
benjolan yang timbul tepat sebelum musim pemijahan dan menghilang sesaat
setelah pemijahan. Ciri seksual sekunder tambahan yang mencirikan ikan
jantan pada beberapa spesies, dalam hal ini sirip anal berkembang
menjadi alat kopulasi (intromittent).
Berdasarkan tipe-tipe reproduksi dan seksualitas, ikan dapat di bedakan menjadi 3 tipe, yaitu :
* Biseksual
Biseksual dapat di artikan
sebagai jenis ikan yang memiliki dua kelamin dalam satu spesies atau
dengan kata lain dapat di bedakan menjadi jantan dan betina. Pembedaan
ini dapat dilakukan dengan melihat ciri seksual primer dan sekunder nya.
Ciri seksual primer hanya bisa di lihat dengan melakukan pembedahan.
Ciri seksual primer hanya dapat ditandai oleh organ yang berhubungan
langsung dengan proses reproduksi; yaitu testis dan saluran pada ikan
jantan, dan ovarium dan saluranya pada ikan betina. Sedangkan ciri
seksual sekunder dapat dibedakan oleh dimorfise seksual atau melihat
ciri morfologi dari ikan tersebut dan dikromatisme seksual dengan
melihat warna dari ikan tersebut.
* Uniseksual
Uniseksual dapat diartikan
sebagai organisme yang berkelamin tunggal. Pada beberapa spesies ikan
penentuan kelamin lebih mudah dilakukan karena semua individu berkelamin
betina. Contoh yang tepat mengenai fenomenan ini adalah kelompok ikan
molly-amazon (Poecillia formosa) merupakan ikan yang ditemukan pertama
kali sebagai ikan yang berkelamin betina. Molly-amazon bertindak sebagai
parasit seksual terhadap dua spesies lain dari genus yang sama. Sperma
dari jantan dari jenis ikan inang diperlukan untuk mengaktifkan
perkembagan telur-telur molly-amazon, tetapi penyatuan kromosom jantan
dan betina tidak terjadi sehingga hanya terbentuk betina yang secara
genetik seragam. Pembentukan keturunan uniseksual ini disebut dengan
partenogenesis (partenos,perawan, dan genesis, kejadian).
* Hermaprodit
Hermaprodit dapat diartikan
sebagai sebuah organisme yang memiliki kelamin ganda. Hermaprodit dapat
dibedakan menjadi tiga tipe yaitu hermaprodit singkroni, hemaprodit
protandi, dan hemaprodit protogini. Hermaprodit singkroni adalah
golongan ikan yang gonadnya terdapat sel kelamin jantan dan betina yang
dapat aktif secara bersamaan. Hemaprodit protandi adalah golongan ikan
yang dalam hidupnya mengalami perubahan jenis kelamin dari jantan
menjadi betina misalnya ikan black porgy, ikan ini pada umur tiga tahun
berubah dari kelamin jantan ke betina. Hermaprodit Protogini adalah
golongan ikan yang dalam hidupnya mengalami perubahan dari jenis betina
menjadi jantan misalnya Labroides dimidiatus.
Organ Reproduksi
Organ reproduksi ikan dinamakan
dinamakan gonad. Pada ikan jantan gonad disebutt dengan testis, pada
ikan betina disebut dengan ovarium.
a. Testis (gonad jantan) bersifat
internal dan bentuknya memanjang (longitudinal) pada umumnya
berpasangan. Kebanyakan testis berwarna putih atau kekuningan. Ciri-ciri
testis yaitu:
* Lonjong, licin, kuat, lebih kecil daripada ovarium.
* Terletak pada dinding dorsal bagian tubuh
* Warna putih kekuningan dan halus.
* Berat dapat mencapai 12 % dari berat tubuh atau lebih.
Tipe testis ikan :
* Lobular (Teleostei)
Biasanya tipe ini dimiliki oleh ikan telostei. Gabungan lobul – lobul yang terpisah, kulit luar berupa jaringan fibrious.
Lobul : proses meiosis spermatogonia primer --- spermatozoa.
* Tubular (Guppy)
Biasanya tipe ini dimiliki oleh ikan guppy. Merupakan bagian yang berdiri sendiri
b. Ovarium berbentuk longitudinal.
Letaknya internal dan biasanya berjumlah sepasang. Warnanya pun
berbeda-beda, sebagian besar berwarna keputih-putihan dan menjadi
kekuning-kuningan pada waktu matang. Kematangan testis dan ovarium
dipengaruhi oleh umur, spesies dan, ukuran.Ciri – ciri ovarium ikan :
* Berpasangan dalam coeloem
* Bentuk lonjong dan berubah saat matang telur.
* Tergantung pada dorsal messenterium (mesovarium).
* Berwarna putih sebelum matang, dan berwarna kekuningan pada saat matang.
* Berat pada saat matang dapat mencapi 70 % dari berat tubuh.
Tipe ovarium ikan :
* Syncronic
Ovarium mengandung oocyte dengan stadia perkembangan yang sama --- berpijah sekali. Contoh: Anguilla (sidat).
* Syncronic sebagian
Ovarium mengandung dua populasi oocyte dengan stadia perkembangan yang berbeda --- musim berpijah pendek. Contoh : ikan trout.
* Asyncronic (Metachrome)
Ovarium mengandung oocyte dengan
seluruh perkembangan stadia --- memijah beberapa kali selam musim
pemijahan yang lama. Contoh : Oreochromis.

No comments:
Post a Comment