BUDIDAYA BELUT DALAM DRUM
Oleh: Aldino Gibran Lubis, S.Pi
Budidaya belut dengan media di dalam drum adalah salah satu
cara untuk mensiasati minimnya ketersediaan lahan ketika pemilihan kolam terpal dirasa
sangat merepotkan dan harus punya lokasi yang terbuka.
Belut
dibudidayakan untuk tujuan konsumsi yang mana sudah tidak asing lagi
bahwa banyak masyarakat begitu menyukai aneka olahan dari hewan air yang
terkenal licin ini.
Secara langsung membudidayakan belut berarti telah membuka 3 peluang usaha sekaligus yaitu:
- Beternak belut dan pembibitan
- Menjual belut siap konsumsi
- Membuka usaha aneka olahan belut
Cara membudidayakan belut dengan media drum
Pada umumnya beternak belut yang seringkali dijumpai adalah dengan menggunakan media kolam terpal ataupun di sawah.
Secara
mendasar cara beternak belut, cara pembibitan serta proses pemijahannya
tidak berbeda antara media drum, kolam terpal maupun di kolam sawah
hanya saja dari ketiganya memiliki kelebihan dan kekurang dari sektor
ketersediaan lahan atau tempatnya.
Persiapan dan peralatan budidaya belut menggunakan drum
Berikut ini adalah beberapa tahap yang perlu dipersiapkan untuk memulai praktek ternak belut dan bahan bahan yang dibutuhkan.
#1 Membuat media yang cocok untuk belut
Media
ini sangat berperan penting sebagai tempat tinggal dan pertumbuhan
belut mulai bibit hingga siap panen agar tidak mengalami kendala
sehingga diupayakan semirip mungkin dengan kondisi di alam liar.
Bahan apa saja yang harus disediakan untuk media ternak belut agar bisa tumbuh dengan bagus dan optimal adalah sebagai berikut:
- Tanah Lumpur kering
- Kompos
- Jerami
- Air bebas pencemaran
- Mikro organisme
- Pupuk TSP
- Tanaman eceng gondok
Dari kesemua bahan tersebut cukup mudah didapatkan dari lingkungan sekitar kita kemudian adalah susunan penempatannya.
Jerami
di letakkan pada bagian dasar drum dengan ketebalan antara 20 hingga 40
cm kemudian disiram secara merata menggunakan bibit mikroorganisme
starter di atasnya.
Kompos adalah lapisan berikutnya dengan
ketebalan hingga 5 cm yang kemudian di tutup dengan lumpur kering yang
sebelumnya telah dicampur bersama pupuk TSP sebanyak kurang lebih 5kg
sampai setebal 25 cm.
Alirkan air hingga menggenangi media keseluruhan sampai setinggi kurang lebih 20 cm di atas permukaan lapisan lumpur.
Kemudian tanaman eceng gondok bisa mulai diletakkan sebagai tempat sembunyi serta tumbuhnya mikroorganisme alami lainnya.
#2 Mempersiapkan bibit belut
Perlu diperhatikan bahwa media
yang sudah dipersiapkan sebelumnya tadi agar dilakukan pengendapan
hingga beberapa hari yang bertujuan agar terjadi fermentasi secara
alami.
Untuk
mendapatkan media yang sempurna hingga telah ditumbuhi plankton,
cacing, serta jentik lainnya, maka ini merupakan pakan alami yang bisa
didapatkan setelah media mengendap biasanya sampai 2 minggu.
Barulah
bibit belut bisa dimasukkan dan kapasitas untuk media seukuran drum
normal maka akan menampung antara 300 hingga 500 ekor bibit belut. Belut memang memiliki sifat kanibal namun hal ini tidak akan terjadi
pada belut yang masih berusia hingga 8 sampai 10 bulan dengan catatan
pemberian pasokan pakan tetap terpenuhi.
#3 Perawatan rutin
Untuk perawatan yang paling penting adalah memperhatikan kualitas media nya terutama air.
Bibit
belut memiliki pH 5-7, jadi selama masa pertumbuhan akan terjadi
perubahan air menjadi basa didalam drum, air basa akan tampak merah
kecoklatan, penyebabnya adalah akibat menumpuknya sisa pakan dan
meningkatnya kadar amonia.
Jika telah terjadi demikian maka perlu dinetralisir dan sering diukur derajat pH nya secara berkala.
Perhatikan
juga suhu air agar bertahan antara 26 sampai 28 derajat celcius. Supaya
pertumbuhan bibit belut tidak terganggu karena cuaca alam yang panas,
maka penyiraman lingkungan media ternak perlu pula dilakukan sebagai
bentuk hujan buatan.
#4 Pemberian pakan
Pemberian pakan yang terjaga dengan baik akan mendukung pertumbuhan bibit belut lebih optimal.
Agar
dapat tumbuh dengan cepat dan segera panen, maka pemberian pakan pada
bibit belut akan lebih baik jika merupakan pakan segar seperti:
- Belatung dan siput
- Cacing tanah
- Ikan cetol (biasanya di sawah dan parit)
- Dan jenis anak ikan yang masih berukuran kecil lainnya.
Dalam
sehari sebaiknya diberikan pakan sekali saja diwaktu sore menjelang
malam karena ini adalah waktu belut sering keluar mencari buruan seperti
di alam liar.
Pemberian pellet juga bisa dilakukan sebagai pakan tambahan agar dapat memicu pertumbuhan belut lebih cepat. Namun jenis pakan tidak alami ini sebaiknya hanya sebagai selingan dan
tidak diberikan setiap hari sesuai dengan takaran yang tepat yaitu
maksimal 5% dari berat keseluruhan bibit belut yang dimasukkan.
#5 Masa panen belut
Waktu paling tepat memanen belut untuk bahan konsumsi adalah sampai pada usia 4 bulan.
Pada usia ini seekor belut yang tumbuh dengan normal dan sehat akan memiliki berat rata rata sampai 400 gram.
Untuk
harga bibit belut rata-rata panjangnya 6-11cm dipasaran djual sekitar
Rp.55.000/ kg (isi 75-110 ekor/kg) sedangkan harga jual belut komsumsi
32.000/kg isi 3-5 ekor.
No comments:
Post a Comment