APA ITU MINA PADI...???
![]() |
| Add caption |
Banyak keuntungan yang didapat menggunakan teknik budidaya minapadi ini, antara lain yaitu:
Varietas padi yang cocok untuk sistem minapadi adalah yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :
Selain perihal varietas padi, hal yang perlu diperhatikan juga adalah teknik pembuatan parit (caren). Pembuatan caren palang dan melintang pada saat pengolahan tanah terakhir, lebar 1 m dengan kedalaman 30 cm. Parit (caren) ini berfungsi sebagai tempat penampungan air pada saat berlangsung pemeliharaan ikan. Parit dibuat sebelum pengolahan tanah terakhir (perataan tanah). Jangan lupa pada setiap pintu pemasukan dan pengeluaran air pada setiap petakan dipasang saringan kawat dan slat pengatur tinggi permukaan air menggunakan bambu.
Adapun fungsi parit (caren) adalah :
Adapun Teknologi Teknik Minapadi Rekomendasi Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPAT) Sukabumi Jabar dan Balai Penelitian Tekologi Pertanian (BPTP) Jambi.
1. PEMILIHAN BIBIT PADI & BENIH IKAN
A. Bibit Padi
· Varietas : Ciherang sesuai dengan kebutuhan benih (25 kg/ha)
· Umur bibit padi 15 - 21 hari
· Sistem tanam Jajar Legowo 2:1 atau 4:1.
B. Benih Ikan
- Kriteria : benih ikan yang unggul yaitu tahan terhadap goncangan lingkungan dan penyakit, yang memiliki pertumbuhan cepat, disukai konsumen, nilai ekonominya tinggi dan diutamakan yang tidak berwarna cerah untuk menghindari serangan hama terutama hama burung.
- Jenis ikan : Ikan Mas (ukuran 5-8 cm), Ikan Nila (ukuran 5-8 cm) atau Ikan Bawal (ukuran 2 inchi).
2. PENEBARAN BENIH IKAN
· Pengaturan air macak-macak dilakukan pada saat tanam sampai 3-4 HST.
· Tinggi air cukup 3-5 cm dari permukaan tanah.
· Pengaturan air macak-macak juga dilakukan pada saat aplikasi pupuk dasar dan susulan. Pintu pemasukan dan pengeluaran air pada saat aplikasi pupuk supaya ditutup agar pupuk tidak hanyut terbawa air.
· Setelah 10-15 HST (sesudah penyiangan dan pemupukan susulan pertama) air dimasukkan mengikuti pertumbuhan tanaman.
· Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang saringan dari kawat atau anyaman bambu untuk mencegah keluarnya ikan yang dipelihara dan mencegah ikan liar masuk ke dalam petakan.
· Pada pintu pengeluaran air perlu dipasang pelimpasan air untuk menahan air sesuai dengan kebutuhan dan membuang air yang berlebihan pada saat terjadi hujan.
4. PEMUPUKANA) Pemupukan Dasar
· Pupuk kandang/kotoran ayam : 1-2 t/ha sebagai pupuk dasar diberikan sesudah pengolahan tanah.
· Pemupukan N (Urea) dengan bagan warna daun (BWD). Takaran pupuk : berdasarkan rekomendasi pupuk setempat.
· Takaran pupuk P dan K : berdasarkan kadar atau status hara P dan K tanah. Untuk tanah dengan kandungan P rendah, takaran pupuk : 125 kg SP-36/ha. Untuk tanah dengan status P tinggi takaran pupuk : 50 kg/ha. Pupuk P diberikan pada saat tanam atau paling lambat pada umur 3 minggu.
· Pupuk K hanya diperlukan pada tanah yang mengandung hara K rendah yang diberikan sekaligus pada saat tanam bersamaan dengan pemberian pupuk Urea dan SP-36 sebagai pupuk dasar atau paling lambat pada umur 40 hari atau menjelang fase primordia.
B) Pemupukan Susulan
Pupuk susulan berupa 50 kg/ha Urea, diberikan 2 minggu kemudian dengan cara ditebar .
5. PEMELIHARAAN IKAN (pemberian pakan, pengelolaan air dan pengawasan hama)
- Pemberian pakan : setelah 3 hari ikan di petakan sawah,
- Jenis pakan : pakan apung dengan kadar protein 28-32%,
- Cara pemberian pakan : ad libitum (pemberian pakan dihentikan setelah ikan berkurang nafsu makannya).
- Periode pemberian pakan : 2 kali sehari (pagi dan sore hari)
- Setelah ikan berumur 2-3 minggu, pupuk kandang kembali diberikan dengan cara ditebar. Dosis 0,25 kg/m2.
6. PANEN
Saat panen yang paling tepat adalah ketika 90% gabah menguning. Panen ikan dilakukan 10 hari sebelum panen padi dengan cara mengeringkan petakan sawah terlebih dahulu kemudian ikan ditangkap secara perlahan-lahan. Panen ikan dilakukan setelah mencapai umur pemeliharaan ikan untuk memudahkan panen, keluarkan air dari pelataran sawah secara berangsur-angsur hingga air tersisa pada parit/caren. Setelah ikan berkumpul di saluran keliling/caren, selanjutnya ikan ditangkap dan dimasukkan kedalam tampungan. Pemanenan padi pada sistem mina padi sama seperti permanenan pada penanaman monokultur. Permanenan padi dilakukan setelah gabah masak merata dengan menggunakan sabit bergerigi untuk mengurangi rontoknya bulir padi sawah.
Diolah dari berbagai sumber referensi.

No comments:
Post a Comment